Ehhmm....dah lama banget ni gag pernah ng-blog. Barusan ja bis baca2 situs na mas Radit, tu lho yang nulis "Kambing Jantan", (sok kenal aja deh...^_^). Baca2 tentang Tips-Trik dia cara ngedit draft hasil tulisan dia sebelum dikasi ke penerbit. Biar laku. Mungkin...hehehe...piss ^_^v
Ni trik yang dia miliki sengaja gue posting di blog gue, secara gue sering lupa ma nama situsnya orang. Blog sendiri aja sering kelupaan. Yowes...Here they are....
--------------------------------------------------------------------------------
1. Kasih jarak dulu
Sebelum mengedit tulisan kamu, simpen dulu tulisan tersebut minimal satu minggu. Begitu kamu selesai menulis draft 1, jalan-jalan dulu, lupakan tentang naskah kamu. Baru, setelah seminggu, kembali ke naskah kamu. Dengan memberikan waktu/jarak seperti ini, pasti mata kamu dalam membaca naskah kamu akan lebih fresh. Mata kamu akan menjadi mata seorang pembaca yang bisa melihat kesalahan-kesalahan yang mungkin tidak terlihat sewaktu sedang menulis dulu.
2. Lebih padat lagi!
Bagi gue, mengedit lebih berarti memotong, atau merampingkan. Gue akan lihat kalimat-kalimat yang bisa dibuat lebih “padet”. Gue akan coba menggunakan kata yang lebih sedikit untuk tujuan yang sama. Misalnya, di naskah ada tulisan: “Gue sama sekali enggak tahu apa gue harus pergi ke sana atau tidak.” Kalimat ini akan gue buat lebih padet dengan menulisnya seperti ini aja: “Gue bingung ke sana apa enggak.” Kalimat dengan jumlah kata yang sedikit seperti ini membuat tulisan kita tidak terasa “sesak” dan “ramai”.
3. Kurangi kalimat pasif
Gue pasti sebisa mungkin menggunakan kalimat aktif. Setiap kali gue nemu kalimat pasif, pasti gue ubah menjadi aktif. Seperti misalnya: “Ketimun itu diambil Edgar” akan gue ganti menjadi “Edgar mengambil ketimun”. Penulisan kalimat dalam bentuk aktif akan membuat pembaca bisa membayangkan kalimat tersebut dengan lebih visual. Kalimat aktif juga membuat pembaca merasa tulisannya bergerak maju, dan orang-orang ditulisan tersebut terasa melakukan kegiatan.
4. Speaker attribution
Speakter attribution berarti frase yang menandakan siapa yang berbicara dalam kalimat langsung. Misalnya “kata Edgar”, atau “kata gue”, atau “kata Nyokap”. Biasanya dalam mengedit gue akan membuat dialog menjadi lebih enak divisualkan dengan mengganti/mencampurkan speaker attribution dengan sebuah kegiatan.
Misalnya:
“Gar, di buku Marmut Merah Jambu ada cerita tentang kamu ya!” seru gue.
“Sudah cukup, Bang! Aku udah gak mau lagi ditulis di buku Abang,” kata Edgar.
“Tapi Gar, kalo abang kasih sepuluh ribu perak mau?” tanya gue.
“Mau, Bang! Mau!” kata Edgar.
Gue edit menjadi lebih visual dan tidak membosankan menjadi:
“Gar, di buku Marmut Merah Jambu ada cerita tentang kamu ya!” seru gue.
“Cukup, Bang!” Edgar menggelengkan kepalanya. “Aku udah gak mau lagi ditulis di buku Abang!”
Gue mengeluarkan dompet, “Tapi, Gar… Kalo abang kasih sepuluh ribu perak mau?”
“MAU BANG! MAU!”
Harga diri Edgar ternyata lebih murah daripada gue kira.
4. Cek typo
Selalu cek dan re-check tulisan kamu sudah bebas kesalahan ketik. Tidak ada yang lebih nyebelin buat editor penerbit baca selain naskah yang banyak salah ketik.
5. KISS = Keep It Simple, Stupid!
Gue adalah tipe penulis yang selalu menghindari penggunaan kata yang terlalu berat. Kalau gue nemuin kata seperti ini dalam buku gue: “Dia harus lebih konsisten dalam mengaktualisasikan idenya.” biasanya gue akan ganti menjadi “Dia harus lebih sering mewujudkan idenya.” Kata-kata dalam Bahasa Inggris yang keluar pas lagi nulis draft pertama seperti “gesture” gue pasti rubah menjadi “sikap”. Sebisa mungkin gue menulis dengan istilah yang lebih banyak orang tahu. Semakin simpel, semakin baik. Menulis bukan untuk memberitahu kamu pintar dan ngerti banyak kata-kata aneh, tapi untuk mengkomunikasikan cerita kamu secara efektif kepada pembaca.
6. Struktur dulu, baru komedi
Karena gue adalah penulis komedi, sewaktu menulis gue berusaha untuk tertawa pada jokes gue. Kalau gue ketawa, berarti jokesnya berhasil, paling enggak buat gue. Kalau lagi editing, gue emang jarang ketawa sama jokes yang gue buat sebelumnya (karena udah tahu apa jokesnya apa). Tapi, biasanya gue akan selalu mencari celah untuk memasukkan komedi ke dalam tulisan gue sembari gue mengedit.
Buat kamu yang mau menulis komedi, jangan takut kalau dalam draft pertama tulisan kamu belum lucu. Komedi akan datang sendirinya kalau struktur tulisan kamu sudah rapih dan benar. Konsentrasi dulu dengan cerita yang mau kamu sampaikan, dan komedi bisa ditambahkan/dieksplorasi pada saat rewriting. Hindari penulisan komedi yang malas seperti memasukkan tebak-tebakan, cerita lucu, ini semua harus dihapus pas lagi ngedit tulisan kamu.
7. Hindari hal-hal klise
Gak tahu dengan penulis lain, tapi gue gak terlalu suka dengan penggunaan istilah yang klise seperti “Dia seperti tong kosong nyaring bunyinya”, atau “Dia cewek terindah yang pernah gue lihat”, atau “Gue cinta sama dia setengah mati”. Istilah klise ini selain sudah terlalu sering digunakan, juga tidak memperkaya tulisan kita sendiri. Setiap kali ngedit, gue mencari istilah-istilah klise ini, membuangnya, dan mencari metafor lain yang belum pernah dipakai sebelumnya.
8. Udah kelar? Edit lagi!
Writing is rewriting. Kalau kamu pikir editan kamu udah bagus, kasih jarak seminggu, lalu baca ulang dan edit lagi. Ulangi sampai kamu merasa tulisan kamu sudah benar-benar bagus. Kecuali kalo kamu ditungguin editor dan naskahnya sudah masuk deadline mau terbit kayak gue. Huehehehhe..
-------------------------------------------------------------------------------------
Tuh...sip kan...bisa ditiru tuh..oke juga kok. Gag da salahnya wat nyoba...kali aja bisa dapetin hadiah doorprize nya...wakakakak...gag jelas.... :P
01 Mei 2010
Cara Ngedit Hasil Tulisan Loe!!! (Re-Post)
By my-space di 4:36 AM
02 Maret 2010
Ujian MRPC Kelas X TKJ 1 & X TKJ 2
Ujian Praktek dan Teori Mata Pelajaran MRPC
• Kelas :
o 1 TKJ 1 Reguler
o 1 TKJ 2 Reguler
• WAKTU :
o 1 TKJ 1 : KAMIS, 4 & 11 Maret 2010
o 1 TKJ 2 : RABU, 3 & 10 Maret 2010
• Ujian :
o Merakit Personal Computer
o Menginstall Sistem Operasi ( Windows XP SP 2 )
o Cloning (Back-up/Restore/cloning)
• Ketentuan :
o Siswa akan diundi gilirannya serta akan diundi pula untuk mendapatkan salah satu tugas ujian praktek diatas
o Siswa hanya diperbolehkan membawa barang atau peralatan sebagai berikut :
Toolkit standart untuk merakit
CD Patition’s Tool (Hiren’s Boot atau sejenis)
CD Win XP SP 2, standart dan BUKAN yang telah dimodifikasi, spt : XP Black, Vortex, dll (tidak diperkenankan selain dari ini)
Pulpen/Pena untuk menulis
o Lama / waktu untuk mengerjakan ujian tertulis dan Praktek : 60 menit.
By my-space di 6:39 AM
03 Februari 2010
Materi MRPC
bingung banget gmn mo ngejelasin isi modul satu persatu...jadi dari pada ribet ni dah saya upload filenya disini.
silahkan download dan print untuk kegiatan belajar mengajar kita....oke...salam TKJ
By my-space di 11:43 PM
31 Januari 2010
Desain Jaket Republik TKJ
semoga dengan menuruti permintaan kalian akan menggugah hati kalian untuk ikut memesan juga ( jangan saran2 doank,kritik doank pi ga mesan juga,,, alasan inilah,itulah....)
ayo dunk..ikutan mesan wahai semua warga TKJ SMK Negeri 7 Samarinda....085250692952
By my-space di 7:54 AM
04 April 2008
PERKEMBANGAN WI-FI DI DUNIA TI
SEBAGIAN komunitas yang mempergunakan jalur frekuensi 144 MHz (megahertz) ini kemudian bermigrasi dan berevolusi ke jalur tanpa izin (unlicensed) yang dibuka untuk masyarakat dunia, yaitu jalur 2,4 GHz (gigahertz) atau 24.000 MHz. Terutama mereka yang berasal dari kalangan kampus maupun para eksekutif muda yang sudah akrab bergaul dengan produk-produk teknologi canggih. Komunitas baru pun tumbuh, terutama bagi mereka yang alergi dengan gaya-gaya breaker atau bahkan mereka yang tidak pernah berkomunikasi dengan radio sama sekali. Dengan membebaskan jalur 2,4 GHz untuk kepentingan umum, hal itu sepertinya telah memberi peluang baru seperti pada era keemasan radio 2 meteran.
Tidak mengherankan apabila sekarang sudah mulai banyak yang mempergunakan sarana di jalur gelombang mikro ini untuk “mojok”. Awalnya memang hanya komunikasi tulisan dengan perangkat komputer kecil seperti notebook atau PDA (Personal Digital Assistant) saja, tetapi belakangan ini sudah ada yang menggunakan handset untuk berkomunikasi suara.
Hal ini dimungkinkan karena berkembangnya teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol). Teknologi VoIP sendiri sebelumnya sempat membuat geger penyelenggara telekomunikasi yang tertinggal oleh pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi ini.
Dengan jaringan WiFi sangat dimungkinkan untuk melakukan hubungan ala VoIP atau ada yang menyebut dengan VoIP over WiFi (VoWiFi). Berkomunikasi dengan mitranya di luar kota dengan biaya lokal atau bahkan gratis sama sekali melalui layanan WiFi di kafe.
Bahkan sekarang sudah ada handset untuk melakukan hubungan telepon VoIP melalui jaringan WiFi, selain aplikasi telepon Push-to-Talk (PTT) melalui telepon VoIP. Pada jaringan telepon seluler produk handset PTT atau teknologinya juga disebut PTT over Celluler (PoC).
Cara berkomunikasi dengan perangkat PTT atau PoC sama seperti berbicara mempergunakan pesawat handie talkie (HT) biasa. Pencet tombol saat berbicara atau Pust-to-Talk dan pada saat yang bersamaan lawan bicara-bisa satu atau beberapa-mende
ngarkan.
Termasuk telepon video yang bukan hanya suara, tetapi juga gambar dari lawan bicara, ini merupakan peningkatan penggunaan VoIP over WiFi. Kebanyakan perangkat yang dibuat masih untuk perangkat ponsel, termasuk istilahnya pun masih masing-masing.
KOMUNIKASI VoIP tidak bisa dihalangi lagi, dan komunikasi suara yang murah ini juga masih menjadi muatan yang dominan dalam telekomunikasi masa depan. Sistem ini menjadi murah jika digunakan untuk jarak yang jauh, antarkota, atau bahkan dengan luar negeri.
Dengan PDA phone seseorang bisa bercengkerama melalui saluran WiFi maupun jaringan telepon seluler sesuai dengan operator yang dilanggani. Baik berkomunikasi dengan gambar video atau hanya tulisan (chatting) atau bahkan hanya berbicara saja layaknya telepon konvensional atau HT.
Ketika bergerak, seseorang bisa mempergunakan PDA sebagai sarana telepon seluler, dan pada saat diam dan berada di suatu tempat yang terdapat hotspot atau access point yang bisa diakses untuk menggunakan jaringan WiFi.
Bahkan perusahaan-perusahaan besar sekarang menggunakan jaringan WiFi untuk memperluas jaringan kabel. Mereka menghubungkan titik akses nirkabel ke jaringan backbone mereka untuk menyediakan akses jaringan dan internet di ruang-ruang pertemuan, lobi, kantin, dan ruang-ruang umum lainnya.
Tentu ini akan memberikan fleksibilitas yang sangat tinggi, selain juga biaya yang murah. Komunikasi telepon nirkabel bisa dilakukan melalui WiFi dan tidak perlu keluar melalui saluran telepon atau koneksi internet lainnya selama masih berada di dalam jangkauan gelombang radio WiFi.
Sepertinya WiFi akan menyedot kue yang diperebutkan para operator seluler maupun operator telepon tetap. Namun, seperti Telkomsel, mereka justru membuka layanan WiFi bagi para pelanggannya yang mereka sebut Surfzone.
Saat ini Telkomsel sedang mendemonstrasikan fasilitas WiFi mereka dan pada saat yang sama mereka juga memperkenalkan jaringan seluler berkecepatan tinggi atau Enhanced Data rate GSM Evolution (EDGE) dengan kecepatan sampai 128 kbps.
Pemilik handset seperti Nokia 9500 Communicator bisa langsung mencoba dua layanan yang sedang didemonstrasikan ini. Tak banyak PDA yang dirancang untuk memiliki dua fasilitas berkecepatan tinggi tersebut.
Seperti iPAQ h6365 dari Hewlett-Packard (HP) bisa akses WiFi, tetapi tidak bisa EDGE, kecuali saluran GPRS kelas 10. Sama halnya dengan O2Xda Iis yang bisa WiFi, tetapi fasilitas seluler hanya GPRS. Adapun Treo 650 bisa untuk EDGE, tetapi tanpa WiFi.
SEMULA WiFi atau Wireless Fidelity yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dan 5,8 GHz ini lebih berfungsi bagi para pengguna notebook atau PDA untuk mengakses internet tanpa kabel. Itu terutama bagi mereka yang sedang bepergian, seperti di bandara, hotel-hotel besar, kafe-kafe, maupun mal-mal.
Dalam dunia industri WiFi dikenal dengan teknologi komunikasi wireless LAN (WLAN) yang berhubungan dengan standar jaringan nirkabel Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11. Dengan standar 802.11b mampu menyalurkan 11 megabit per detik (mbps) dan 54 mbps untuk standar 802.11a dan untuk jarak yang lebih jauh digunakan standar 802.11g.
WLAN menyelenggarakan komunikasi jaringan nirkabel pada jarak pendek (terbatas) dengan daya yang rendah. Dengan daya yang dibatasi sehingga hanya bisa menjangkau sekitar radius 100 meter saja, dengan demikian akan mudah terhalang tembok maupun benda-benda penyekat lain.
Walaupun untuk kondisi seperti di Indonesia ada yang menggunakan booster untuk memperluas jangkauan, terutama untuk kegiatan luar ruang, atau juga melewatkan pada kabel listrik yang sebagai antena untuk menembus tembok beton.
Seperti halnya sebuah teknologi nirkabel seluler, WiFi memungkinkan perangkat seperti PDA phone ataupun notebook menjelajah internet, selain berhubungan langsung antarmereka point-to-point. Termasuk antargedung atau antarkawasan dari sebuah perusahaan atau kampus yang sama.
Meskipun daya yang dipergunakan kecil, WiFi mampu membawa informasi ribuan kali lebih besar daripada radio komunikasi konvensional yang pita frekuensinya sangat sempit. Karena itu, tidak heran apabila teknologi WiFi kemudian berkembang untuk aplikasi VoIP dalam komunikasi suara.
Sebelumnya kalangan kampus menggunakan radio komunikasi, termasuk jalur 2 meter, untuk berkomunikasi dengan tulisan (e-mail). Sekalipun hanya sedikit informasi yang bisa dialirkan ataupun diterima, hal itu sudah sangat membantu sebelum akhirnya jalur 2,4 GHz dibuka.
Tentu saja, karena kalangan kampus bisa bermigrasi ke jalur gelombang mikro itu tanpa harus takut dikatakan melanggar hukum tentang pemanfaatan frekuensi. Apalagi semakin banyak peralatan yang dijual untuk pita frekuensi itu dan WiFi tumbuh bak jamur di musim hujan.
“Di Jakarta ini sudah banyak sekali termasuk mereka yang menggunakan untuk point-to- point,” kata Sumaryo, seorang pengamat telekomunikasi WLAN di Jakarta. Sebut saja kawasan Jalan Thamrin, komunitas WiFi dikatakan sudah begitu padat, bahkan apabila dipindai akan terlihat betapa banyaknya aktivitas di jalur 2,4 GHz.
SOLUSI yang boleh dikatakan murah ini merebak di kampus-kampus kota besar. Mereka bukan hanya tidak direpotkan mencari koneksi ke jaringan telepon, tetapi juga unsur tidak perlu membayar inilah yang sebenarnya menarik.
Sepertinya mereka mendapatkan jalan keluar yang tepat daripada menjelajah internet melalui telepon kabel biasa. Belum lagi masalah lambatnya akses melalui telepon karena terlalu banyak pemakai, sedangkan jaringan sudah jenuh.
Selain akses ke jaringan LAN, maka jika pihak kampus menyediakan saluran ke internet, hal itu akan memungkinkan mahasiswa untuk menjelajah internet. Banyak bahan studi yang bisa dicari di internet, selain mereka juga membangun komunitas e-mail (mailing list), berkomunikasi dengan pihak luar.
“Untuk hubungan WLAN ke internet bisa digunakan jalur apa saja. Mau pakai broadband, jalur telepon biasa, ataupun serat optik,” kata Dyan Arifin, pelaku bisnis komputer.
Banyak kegiatan kampus yang bisa diinformasikan melalui jaringan nirkabel ini, apalagi jika tersambung ke jalur internet.
Apakah itu radio komunitas kampus yang selama ini menggunakan jalur frekuensi FM yang belakangan banyak ditertibkan, juga aktivitas televisi kampus bisa lebih dihidupkan melalui jaringan internet.
By my-space di 7:15 PM
16 Maret 2008
Intel Plagiat Teknologi AMD
SAN FRANSISCO - Setelah Intel mengumumkan platform prosesor baru bertajuk Nehalem, Advanced Micro Devices (AMD) mengklaim bahwa Intel telah menyontek teknologi milik AMD untuk menciptakan PC yang lebih baik.
"Yang paling menakjubkan adalah banyak ide dasar teknologi inovatif yang dimiliki Intel ternyata telah lebih dahulu diimplementasikan oleh AMD, bahkan telah dipasarkan lebih dulu," ujar pihak AMD dari berita pers yang dikutip Xbitlabs, Sabtu (29/9/2007).
Beberapa teknologi tersebut adalah x86 central processing units (CPU) yang ditemukan oleh AMD dan diberi nama HyperTransport. Intel mengadopsinya menjadi QuickPath Bus, dimana built in memory controller merupakan hal yang berkembang pada tahun 2003.
"Produk yang telah kami luncurkan bertahun-tahun lalu dan telah diadopsi Intel kemudian hari merupakan pengakuan Intel atas arsitektur prosesor AMD yang ternyata menjadi kunci teknologi prosesor ke depan," ungkap rilis tersebut.
Walaupun built-in memory controller dan HyperTransport bus merupakan dua keuntungan AMD Opteron, Athlon 64, Phenom, dan Sempron Prosesor yang tidak terbantahkan, namun performa AMD ternyata tidak sama dibanding prosesor Intel Xeon dan Intel Core 2 yang ada saat ini. AMD pun tidak membuat sanggahan apa-apa terhadap performa Nehalem dan Bulldozer. Walaupun begitu rilis tersebut mengatakan bahwa chip Nehalem akan dilengkapi dengan core grafik, akuisisi dari teknologi ATI dan sebuah proyek dengan kode nama Fusion. (sar)
By my-space di 6:48 PM
20 Januari 2008
WiMax Terancam Pelanggaran Paten
Organisasi IEEE yang mengembangkan standar 802.11n Wi-Fi tengah mengadakan rapat darurat untuk mendiskusikan sebuah ancaman serius bagi standar nirkabel baru WiMax ini dari hak paten yang dipegang oleh Commonwealth Scientific adn Industrial Research Organization (CSIRO). CSIRO hingga sejauh ini telah menolak untuk berjanji tidak menuntut siapapun yang melanggar paten ini.
Generasi baru standar teknologi nirkabel 802.11n telah berada dalam tahap pengembangan selama beberapa tahun dan telah ditunda beberapa kali. Akan tetapi IEEE yang baru saja menyadari bahwa CSIRO memegang berbagai paten penting dan tidak mau mengeluarkan Letter of Assurance (surat jaminan) dapat menyebabkan standar baru ini dibatalkan.
Surat-surat jaminan ini diminta dari semua pihak yang memegang paten yang dipakai di semua standar IEEE. Singkatnya, surat-surat jaminan ini menulis bahwa si pemegang hak paten tidak akan menuntut siapapun yang menggunakan standar ini. Permohonan ini telah dikirimkan kepada CSIRO, akan tetapi menurut sebuah catatan internal IEEE yang dilihat oleh situs The Registrat, mereka masih belum mendapatkan jawaban apapun.
Hal ini berarti siapapun yang mengimplementasikan standar 802.11n menanggung risiko dituntut oleh CSIRO dan standar ini berkemungkinan untuk tidak disetujui. Catatan internal yang ditujukan kepada pimpunan 802.11 Stuart J Kerry mengatakan bahwa:
"Pimpinan IEEE-SA tidak akan mengambil keputusan final tanpa terlebih dahulu mendengar penjelasan bahwa mengapa divisi 802.11 telah mengirimkan dokumen IEEE-SA SASB yang memohon persetujuan sebagai standar tanpa memiliki jawaban (Letter of Assurance) tentang sebuah hak paten yang penting. Semua standar yang diajukan dalam kondisi ini berkemungkinan besar tidak disetujui."
802.11n menjanjikan peningkatan kecepatan sebesar 5 kali lipat dengan jarak pakai yang dua kali lipat lebih jauh dari 802.11g.
Baik CSIRO maupun IEEE tidak dapat dihubungi untuk diminta komentarnya, walaupun IEEE telah berjanji untuk memberikan kabar secepatnya. Vendor-vendor yang telah mulai menjual alat-alat 802.11n berpotensi telah melanggar hak paten CSIRO dan apabila standar baru ini tidak difinalisasikan, pengembangan teknologi nirkabel yang telah melambat kemungkinan dapat behenti sama sekali.
Klik di sini untuk sumber artikel.
By my-space di 1:06 AM

